Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan

dara itu kau

serang dara
dara itu kau...
yang memapah doa di altar sunyi
melangitkan sebuah nama dengan kabut di mata
karena rindu seharusnya menuntun, bukan menuntut
yaa rabbi tiada yang 'sunyi' dari pandangan-Mu...

dara itu kau...
memeluk kesederhanaan yang indah
sesederhana embun di pelupuk mata yang jatuh serupa hujan di ranah sajadah
serupa kabut yang mengambang di alis
mencipta butiran embun direrumputannya
tempat rindu kelak digembalakan...
###
image source by noveloke.com
Read more ...

membebat luka


perempuan terluka
ia... bulan luka yang jatuh di ranting puisi,
perempuan yang membebat luka dengan kata kata.
ia... berjalan tertatih,
kedua kakinya gemetar menyeret pedih.
dari sudut sudut matanya yang berkabut,
gerimis luruh bersama asa yang pupus.

tapi percayalah..., kelak ia akan melahirkan anak anak kerinduan
dari rahim ketabahan yang dimilikinya.
###
image source by gameonhai.com
Read more ...

dara yang luka

dara menangis
Pagi.., di sebuah taman bunga,
seekor kupu kupu terbang mengitari setangkai melati.
Di sudut taman, seorang dara berpuisi, dimatanya embun berbisik, mengucap kata pisah,
jemari dedaun rekat mencegah.
Sesaat matahari menjadikan rindu jadi serpihan luka...
###


image source by radenbeletz.blogdetik.com
Read more ...

kemuning senja


kemuning
kemuning..., rindumu adalah sunyi yang mengembun pada kaca riasmu sendiri
lalu kau tulis namaku dengan jari gemetar ketika senja menghampiri...

ning..., rindumu terbatabata mengeja waktu yang selalu keji
pada hati yang selalu cemas dipenantian...

ning..., sekali waktu kau mesti percaya, bila rindumu begitu absurd
dan kau sekali waktu pula meluangkan kesempatan menata makam untuk perasaan...

hanya saja ning..., kau mesti tetap mencandui harapan,
kau rawat kesetiaanmu sebab kepercayaan mesti kita perjuangkan,
jangan lengah pada kebosanan...

kini, Aku mengekalkanmu pada kata.
bukan ketidakmampuan, sebab kau pun telah mengubah diri menjadi semu.
ning.., sungguh kau begitu semu...
###

notes: facebook.com/rumahRINDU 
image source by archive.kaskus.co.id
Read more ...

memecah kejenuhan

garis tak beraturan
...dan berhenti pada satu titik
merenda siluet senja,
jenuh.....
akh... tidak, ini bukan inginku.
...
pada cahaya jingga
mata tak lagi nanar,
samar.....
akh... tidak, ini bukan inginku.

...
tentukan sedikit batasan
pada sunyi...
pada hening...
pada lengang...
pada remang...
pada usang...
...
duh...Gusti is this my hope ???
no..no..no.. ini bukan inginku.
bawa jenuh kehadap bathin
Apa.......Siapa.......buat Apa ???????
bisukan kata-kata
SEPI.........
###
image source by mydigi-diary.blogspot.com
Read more ...

sekedar bicara

mulut berbicara
kalau petang hampir usai
mari kita pulang saja, kembali ke rumah membenahi apa yang terserak
tuntaskan cepat lagu sendu itu, ganti dengan hiphop.

kita hanya membutuhkan curhat sekedarnya seperti kebutuhan kita pada kafein dalam segelas kopi hitam ini...

selebihnya hidup mesti kita lakoni dengan telanjang
jangan berpura-pura, jangan terlalu sering bermain api.

mari kita pulang dan bicara tentang apa yang mesti kita kerjakan, jangan main-main di perasaan karena kita hanya mampu membuat perahu kecil. jangan bicara soal manipulasi, jangan bebankan aku rahasia. tambahkan kopimu kawan, pergilah ke warung beli rokok sebungkus lagi. nikmati kafein, nikmati nikotin dan seterusnya hingga kita mampus.

bila malam makin panjang, turunkan sarung tidurmu, basuh wajahmu dengan air tuk mengusir kantuk
kita bicara apa saja, tapi jangan tentang perasaan.
ingat ! kita hanya punya perahu kecil, sementara perasaaan adalah samudera yang tak tentu gelombangnya,
mari bermain di pantai saja tempat cinta dijajakan seharga tiga batang rokok pada subuh hari.
###
03 juli 2011 by irwan ar
image source by  roosmalia.blogspot.com
Read more ...

atas nama masa lalu

mesin waktu
kemarau menggelinding pelan
diam-diam menyusup dibalik waktu
kali ini musim tak juga tuntas mengirim ode; sebuah lagu murung
lalu atas nama masa lalu kau menjelma hantu disudut ingatan
seperti pengalaman berbau anyir...

kemarau menggelinding pelan
diam-diam menyusup dibalik waktu
kali ini musim tak juga berujung
lalu atas nama masa lalu, segala haru telah kuhalau
seperti saat kita masih berwujud kisah diawal paragraf
seperti musim dalam janin bernama waktu.
###

(22 November 2010 by Irwan AR.)
image source by ginva.com
Read more ...

green fields

hamparan hijau
green fields
I never know what made you run away

How can I keep searching when dark cloud hide the day

I only know that's nothing here for me

nothing in the sky, left for me to see....
###

image source by travel.detik.com
Read more ...

ilalang

rumput ilalang
aroma melati dari taman bunga di hati,
nyaris tak tercium lagi di hari-hari keterpisahan.....

hmmm... musim hujan kali ini,
mulai tumbuhkan benih ilalang yang bunganya kelak
akan menari di antara penggalan-penggalan asa yang tersisa...
###
image source by naturallynusantari.blogspot.com
Read more ...

hening

lelaki tertunduk lesuhening...,
di jiwa Sang Pengelana
Nestapa, lara, gelak tawa, tak lagi jelas bedanya.
Ditingkah gemuruh ombak kehidupan
Seribu tanya di hati, 
kemana gerangan kan ku buang...???

Read more ...

dahaga sang kelana

lelaki di tepi pantai
dahaga sang kelana
kasih...,
mengenang engkau hingga larut malam
membikin jiwa semakin rindu pada hidup yang tak jemu jemu
.....engkaulah daun hijau tangkai anggur 
duhai..., 
lepaskan aku dari dahaga !!!
Read more ...

di sekitar senja

perempuan senja
di sekitar senja
Ketika awan bersepakat dengan angin, untuk membawanya jauh menyusuri timur, setiap geraknya adalah untaian tarian alam, menabur pesona damai, bahkan tatapan pun enggan lelah menghiraukannya. Membawa indera dan segala rasa, terpaku dalam diam, hingga akal pun lupa menangkap makna akan hadirnya keindahan di ujung teriknya siang. Ketika waktu membawa kesadaran kembali bertahta pada akal, hadirkan pertanyaan yang tertinggal saat menikmati keterlupaan....
.....akan bertamu di hati manakah janin kesejukan yang dikandung awan itu…????

Dan kegelisahanku pun menengadah mencari jawaban pada jejak waktu yang datang memenuhi janji untuk saling berganti memberi tanda dan kepastian
Namun.....Tak ada satupun jawaban tersimpulkan dari ribuan kemungkinan yang terkira-kira oleh akal,
hingga rona jingga berangsur-angsur terhampar memenuhi batas pandangku.

Tapi tetap saja ku tak memahami apa-apa, meski telah menggurui pengetahuanku pada akal penasaranku yang masih tersisa. Hingga jenuh hadirkan lelah dan menidurkan makna pencarian jawaban segala ketidaktahuanku.

Saat senja yang hadir memenuhi wajibnya menyongsong malam, seakan-akan pada rona jingganya itu membahasakan kalimat-kalimat;
“angin itu ada pada nafas mu yang menjadikannya tak bermula dan tak berujung, maka janganlah batasi ia dengan pengertian yang ada dalam pikiranmu, karena pada hembusannya yang ikhlas menghantarkanmu makna kedatangan tiap-tiap musim”

Lalu kulepaskan keakuan pada keinginanku dan kutambatkan makna ketidakberdayaan pada aku.
Hingga terasa kekuasaan yang suci membimbing kesadaranku untuk mengabdikan keakuan itu pada pemilik ketidakberdayaanku.


(Arfan Idris, akhir september 2010)
Read more ...

kunang kunang kerinduan

kunang-kunang dan bulan
kutitipkan kerinduan
pada seribu kunang-kunang 
yang terang benderang
...
dan berharap mereka
kan pulang padaku
setelah bersayap-sayap cinta
...




Read more ...

kebingungan

orang bingung
kebingungan
Suatu saat kuterpaku menatap sayup dibalik bukit,
Disela pandangan terlintas seberkas miskat sesosok wajah dihadapanku.
Hendak aku menyapanya dan berdialog walau sekejap,
Tapi lintasan sinarmu menyorot ke dalam
Menembus bilik nuraniku,
Saat bibirku hendak bersua
Tapi terasa pancaran cahayamu menyengat sekujur tubuhku.
Membuat desiran darah mengalir deras
Dan jantungku semakin berdegup…
Apakah arti semua ini??
Read more ...

elegi kerinduan

mata perempuan
elegi kerinduan
Bila ronamu tak lagi hadir menanti senja di bibir Losari
Biarlah camar menerbangkan puisi
yang pernah kau kirimkan
Bila kenangan tak jua lekang
Dalam ingatanmu pun ingatanku
Biarlah air yang di dermaga yang melunturkan
Segala tentangmu pun tentangku...
(banta-bantaeng, saat senja lekang di tengah malam)
Read more ...

keangkuhanmu

perempuan di tepi pantai
Di tengah malam ku coba antarkan rindu
dan kegelisahanku di pelataran hatimu
Namun, yang ku temui bukan cintamu
Bukan kemegahanmu, pun bukan keagunganmu
Melainkan gundah gulana disertai kepalsuanmu

Entah kapan bermula keangkuhanmu??
Hanya saja syair ini cukup menemani malam
yang bersenandung di tepi Losari ini
Tanpa ku pun tanpamu...
Read more ...

mengenangmu

menatap bulan
mengenangmu
Masih dalam angan…
Sesaat benang-benang malam
Merajut mimpi tentangmu.
Andai kau masih di sini
Di sudut kota Daeng ini?!!


Read more ...

rasa yang mencari

perempuan merindukan cinta
rasa yang mencari
Ada angan yang melayang entah ke mana
saat gerimis membasahi ruang hati
dan segores luka yang kembali menganga diantara rasa
yang tak mampu terjamah oleh kata-kata.

Amor.., jangan gulanai aku dengan durja
sebab lidahku mendadak kelu bila ingat dirinya
yang entah ke mana.
Kini biarkan rasa itu menari semampunya
menata hati yang linglung
saat segalanya serasa lekang
dan membekas di sanubari yang terdalam.
Read more ...

harapan baru

harapan baru
Bidadari mengajariku menari diantara redupnya cahaya bintang.
Suara itu datang dan memantul pada tubir-tubir tembok istana.
Ku coba untuk hanyut dengan resah yang selalu menghampiri tapi suara itu kembali mendenting saat ku langkahkan kaki diantara pematang rumput.
Sedang di seberang sana.., kulihat lara itu menjelma membentuk seulas senyum saat siluet musim panas menghadangku...
Read more ...

rindu

Indah ku lukis bias senyummu dalam butiran tawa dan canda saat kulabuhkan hatiku pada dirimu.
Di mata itu, kau titipkan cinta dan kasih selaksa rindu yang terpendam seabad lamanya.
Ku tanya embun di kelamnya subuh, dimanakah dirimu saat ini?
Namun, ia tak menjawab dan hanya menghembuskan dinginnya udara snow, hingga hatiku merasa perih. Lalu ku coba ‘tuk berlari dan terus berlari mengejar bayangmu.
Namun.., langkahku semakin lunglai saat bayangmu tak lagi menoleh ke arahku. Diantara kelelahan yang tersia-sia, ada tenaga ‘tuk berucap
"Aku Rindu…!!!”
Read more ...