dara itu kau...
yang memapah
doa di altar sunyi
melangitkan sebuah nama dengan kabut di mata
karena
rindu seharusnya menuntun, bukan menuntut
yaa rabbi tiada yang 'sunyi' dari pandangan-Mu...
dara itu kau...
memeluk kesederhanaan yang indah
sesederhana embun di pelupuk mata yang jatuh serupa hujan di ranah sajadah
serupa kabut yang mengambang di alis
mencipta butiran embun direrumputannya
tempat
rindu kelak digembalakan...
###
image source by noveloke.com
Artikel Terkait
teriris
Ada lara tercipta sesaat kuhadirkan sejuta rangkaian mawar di setiap sudut ruang yang kelam.
Segala sapa jadi sepi, hening…
Terdengar derap langkah ... selengkapnya
malenaku
Emas yang berkilau dan berlari menepi ke tepi pantai,
kemudian meronta dan menjerit.
Raganya serasa hasal saat mega tertutup bianglala di awan jingg ... selengkapnya
ilalang
aroma melati dari taman bunga di hati,
nyaris tak tercium lagi di hari-hari keterpisahan.....
hmmm... musim hujan kali ini,
mulai tumbuhkan benih ... selengkapnya
hening
hening...,
di jiwa Sang Pengelana
Nestapa, lara, gelak tawa, tak lagi jelas bedanya.
Ditingkah gemuruh ombak kehidupan
Seribu tanya di hati,&nbs ... selengkapnya
atas nama masa lalu
kemarau menggelinding pelan
diam-diam menyusup dibalik waktu
kali ini musim tak juga tuntas mengirim ode; sebuah lagu murung
lalu atas nama masa la ... selengkapnya
Title: dara itu kau; Written by asharologi; Rating: 5 dari 5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan berkomentar pada kolom yang tersedia.
terima kasih.
salam... ^_^