Bingung...


Seperti senja yang akan berlalu berganti kelam. Kulihat drimu duduk menunduk menatap pasir putih yang terhampar bak permadani di bumi Panrita Lopi. Sesekali matamu tertuju pada riak ombak yang menepi di bibir pantai & membasahi jeans hitam kesayanganmu. Segala peluh, gulana berlalu seperti katamu sebelum dirimu hide di tikungan jalan. Tapi ku masih bingung dengan sikapmu yang tak mau berkompromi dengan waktu & hiruk pikuk di sekitarmu. Apakah di saat ini kamu juga sudah lupa bagaimana untuk tersenyum???
Sejam yang lalu ku masih melihatmu duduk di sini tepat di sampingku bercerita tentang mimpi & kenangan sambil menunggu senja berganti kelam. Lagi-lagi menunggu, menunggu, & menunggu!!!
(Ku tercebur bersama mimpi & kenangan di sini...)
Read more ...

Terperangkap dalam kesunyian, remang-remang cahaya tak mampu menelan pekatnya malam. Duhai Maharani, kerinduan mencekam sanubariku. Wahai kesepian…, adakah yang bisa membawaku disisinya tuk sekedar menyapa: ‘aku menyayangimu layaknya aku menyayangi ibuku, selamat malam.”
Read more ...

Jika serpihan kata tak bisa lagi mengetuk pintu sukmamu, ijinkan bayanganku menari-nari di pelupuk matamu. Jika pelepah rindumu terbalut keegoisanmu, bagiku cukup memenjarakan kerinduanku. Aku riskan, sebab senyummu tak pernah mau kompromi.
Read more ...